Pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Kabupaten Grobogan dibekali ilmu jurnalistik. Tujuannya untuk mengembangkan media internal sebagai wahana komunikasi dan pemberdayaan masyarakat.

”Kami pelaku PNPM akan membuat media internal mengenai segala kegiatan terkait pelaksanaan PNPM Mandiri Pedesaan di Grobogan,” tutur Fasilitator Kabupaten (Faskab) PNPM Mandiri Pedesaan Kabupaten Grobogan Oentoeng Sukasno didampingi Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Ruang Belajar Masyarakat (Rubermas) Purwahadi S.Pd saat kegiatan pelatihan untuk pelatih atau training of trainer (TOT) PNPM di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Danyang, Kecamatan Purwodadi (21/6).

Kegiatan TOT tersebut, lanjut Oentoeng, PNPM Kabupaten Grobogan juga menggandeng Lembaga Pelatihan Jurnalistik (LPJ) dari Solo untuk memberikan pelatihan jurnalistik selama dua hari.

”Kami meminta LPJ dari Solo untuk memberikan pelatihan, karena ingin media internal atau semacam buletin yang dibuat pelaku PNPM Mandiri Pedesaaan Kabupaten Grobogan benar-benar sebuah media yang memberikan informasi sekaligus memberdayakan masyarakat,” papar Oentoeng.

Pelatihan ini, tambah Ketua Pokja Rubermas, Purwahadi merupakan kegiatan Pokja Rubermas dan diikuti 24 pelaku PNPM Mandiri Pedesaan yang terdiri dari 18 perwakilan kecamatan yang menjadi lokasi PNPM, empat Pokja, satu Faskab dan satu peserta dari satuan kerja (Satker) PNPM.

Dalam kegiatan TOT tersebut, pengajar dari LPJS, Mulyanto Utomo, Rahmat Wibisono, Ichwan Prasetyo, Syifaul Arifin dan Niken Pupy S memberikan materi pelatihan mengenai kebijakan redaksi, ragam karya jurnalistik, reportase dan penulisan opini serta siaran pers atau press release disertai workshop.